Minggu, 14 Agustus 2011

Menjadi Dewasa dalam Kristus - bab 1 (A)


PERTUMBUHAN ROHANI



”Maukah engkau menulis bukuKU lagi?”
”Mengenai apa yang telah KU taruh dalam hatimu.”


Saya berpaling dan melihat TUHAN YESUS dengan heran. Saya agak tersentak dengan cara YESUS berbicara kepada saya. Begitu lembut dan berbeda dengan caraNYA saat pertama kali IA meminta saya menulis buku yang pertama.

Segera ingatan saya kembali pada saat pertama kali TUHAN meminta saya menulis buku pertama saya. Pada waktu itu, Tuhan berkata dengan nada yang sedikit tegas dan mengandung urgensi. Seolah-olah IA menginginkan supaya saya serius dan bertindak cepat. Beginilah perkataanNYA pada waktu itu :

“Tulislah sebuah buku, isinya tentang panggilan hidupmu yang Aku percayakan padamu, yaitu membawa orang-orang mengenal Aku dan mengasihi Aku.”

Jelas yang pertama ini adalah sebuah perintah. Tapi yang kedua kali ini adalah sebuah permintaan.

Dengan cepat saya diingatkan oleh Roh Kudus di dalam saya mengenai kejadian beberapa menit sebelumnya, dan IA berkata , ”Bukankah tadi sudah diberitahukan padamu bahwa sejak saat ini, engkau telah menjadi sahabatKU?”

Saya sangat tersentuh mendengar pernyataan ini. Memang sungguh saya merasakan, saat IA meminta saya menulis buku lagi untuk kedua kalinya ini, saya merasakan DIA memperlakukan saya seperti sahabatNYA. Saya sangat terharu dan tahu semua ini bukan karena kesalehan dan kebenaran saya, tetapi karena kasih karuniaNYA.

Saat TUHAN berbicara pada saya mengenai hal ini adalah malam tangal 1 Febuari 2010, dan saya sedang mengikuti Doa Pengerja yang diadakan tiap awal bulan di GBI MPI, Palembang bersama ratusan hamba Tuhan yang datang dari seluruh Pulau Sumatera.

Dan sejak jam-jam sebelum ibadah dimulai, saya terus mengatakan pada TUHAN mohon pimpinanNYA sepanjang ibadah. Saya sangat merindukanNYA. Saya sangat rindu DIA menyatakan DiriNYA lebih dalam lagi. Saya mohon dapat berjumpa denganNYA. Saya rindu setiap pertemuan ibadah selalu terjadi peningkatan dalam roh saya dan dalam pengenalan saya akan DIA. Dimana saya dapat semakin taat dan kuat melakukan kehendakNYA. Dimana saya dapat semakin dipenuhi dan dikuasai oleh Roh KudusNYA.

Yang menjadi fokus utama saya hari-hari terakhir ini adalah apa yang baru saja dibukakanNYA pada saya, yaitu hal terutama dan yang paling diinginkan TUHAN dan yang paling terpenting dari seluruh isi Alkitab, yaitu yang paling dapat membuat kita bahagia, puas, makin kuat dan diberkati adalah : mendengarkan dan melakukan FirmanNYA. TUHAN ingin kita mengasihi dan mengikuti DIA dengan segenap hati kita sehingga IA dapat menggenapkan seluruh kehendakNYA dalam hidup kita.

Ulangan 1:36  kecuali Kaleb bin Yefune. Dialah yang akan melihat negeri itu dan kepadanya dan kepada anak-anaknya akan Kuberikan negeri yang diinjaknya itu, karena dengan sepenuh hati ia mengikuti TUHAN.

Inilah kunci juka anda ingin sampai kepada tanah perjanjian saudara. Inilah kunci agar anda mencapai garis akhir dan melihat segala yang baik yang dijanjikanNYA digenapi dalam hidup kita : mengikuti TUHAN dengan sepenuh hati, ya, dengan seluruh kebulatan tekad dan kemauan. Jadikan IA yang terpenting dalam hati dan batin anda!
Apapun yang terjadi, tak peduli berapa pun harganya, saya belajar melakukan seluruh perintahNYA. Dengan segenap hati dan dengan segenap penundukkan diri. Karena saya tahu, inilah satu-satunya cara untuk membuktikan bahwa kita mengasihi DIA (Yohanes 14:21).

Dan tak ada cara lain selain cara ini dimana saya dapat menyenangkan hatiNYA. Saya rindu sekali dapat membalas semua kasih dan kebaikanNYA dalam hidup saya. Meski saya tahu semua berasal dari padaNYA. Baik kemauan maupun pekerjaan. (Filipi 2:13). Dan segalanya dari DIA, oleh DIA dan untuk DIA.

Sepanjang bulan sebelum Doa Pengerja di awal bulan Febuari itu, saya banyak kali mengalami peperangan, pergumulan, tekanan dan kesesakan dalam hampir tiap segi di hidup saya. Saya banyak kali mengalami kematian demi kematian. Kematian terhadap perasaan dan emosi pribadi, kematian terhadap keinginan untuk melakukan kemauan sendiri, mati terhadap keyakinan terhadap diri sendiri, mati terhadap menuntut hak, bahkan sering saya tidak tahu bagaimana harus berdoa lagi dan mengambil keputusan.

Sehingga hasil dari semua itu adalah penyerahan diri yang makin penuh dan mutlak kepada ROH TUHAN. Bersandar penuh pada pengharapan akan KesetiaanNYA bahwa semua Janji FirmanNYA pasti benar. Saya sangat tergantung padaNYA.

Saya mengalami masuk bersama YESUS di Getsemani, dimana saya diperhadapkan oleh BAPA cawan yang harus saya minum. Dan saya telah berdoa, BAPA sekiranya dapat, lalukanlah, tak ada yang mustahil bagiMU. Tapi kenyataannya, saya mendapati BAPA ingin saya melewatinya. Dan saya pun berdoa,” Jadilah kehendakMU.” Dan dalam kesesakan saya banyak kali saya mengalami dimana saya hanya bisa bersyukur dan mengangkat tangan dan wajah saya ke Sorga, sementara air mata mengalir, saya berkata, ” Aku tahu, aku adalah milikMU. ENGKAU tetap pegang kendali atas segala sesuatunya dan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagiku. Sebab segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendakMU.”
”Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghancurkan aku. Tidak ada suatu kuasa pun yang dapat memisahkan aku dariMU. Karena ENGKAU lebih besar dari segala sesuatu.”

Lalu saya berkata kepada ROH,” Allah ROH KUDUS, firmanMU berkata aku tidak tahu bagaimana seharusnya berdoa, tapi ENGKAU sendiri yang berdoa untukku menurut kehendak Allah. Silahkan sekarang berdoalah untukku dan berdoalah melalui aku. FirmanMU berkata siapa yang berkata-kata dalam bahasa roh berkata-kata kepada Allah. Sekarang ROH KUDUS, tolong aku berdoa, mari kita mulai dalam nama YESUS.” Dan saya pun berdoa dalam bahasa ROH.

Dan saya tahu, malam itu, di doa pengerja itu, saya tetap berada dalam KRISTUS, dalam pusat kehendakNYA yang sempurna. Semua yang dibagikan oleh HambaNYA di mimbar gereja, saya telah mengalaminya lebih dahulu. Dan tibalah waktunya HambaNYA mengajak seluruh Hamba TUHAN seluruh Sumatera untuk berdoa, menyembah DIA,”Malam ini TUHAN akan datang melawat kita. Karena kita telah menyelesaikan semua yang IA perintahkan. IA akan mendatangi kita dan bertanya seperti kepada Salomo dan kepada Bartimeus : ”Apa yang engkau inginkan ?”

Kami berdiri, dan mulai berdoa dan menyembah YESUS. Tiba-tiba, YESUS muncul dari sebelah kanan saya, saya kaget! DIA berkata, ” Apa yang engkau inginkan supaya KU buat bagimu?”  Saya berfikir, ”Cepat sekali TUHAN datang? Saya belum nyembah belum doa apa-apa lho TUHAN.” Tapi saya telah diajar: Yang paling penting itu melakukan Firman dan ikut TUHAN jangan agamawi dengan ikuti aturan-aturan atau tata cara ibadah yang baku. Masakan saya harus minta TUHAN mundur dulu,” Tunggu saya menyembahMU dulu, biar lawatanNYA lebih dahsyat lagi”. Tidak! Saya rasakan saya harus tunduk padaNYA.

Terus terang saat itu saya masih ”blank”(=kosong) dan tidak bisa mikir apa yang harus diminta. Jadi saya katakan padaNYA,” TUHAN, tolong tunggu dulu ya disitu, Jangan kemana-mana dulu. Aku mau tanya ROH KUDUS dulu. Karena aku belum tahu mau minta apa.”

”ROH KUDUS, tolong aku, aku mau minta apa ya?” TUHAN YESUS tiba-tiba datang, aku bingung mau jawab apa sama DIA.”

ROH KUDUS berkata,” Coba lihat DIA.” ”Kenapa?” jawab saya. ”Arahkan saja pandanganmu padaNYA sekarang.” ”o, ya, baiklah .” Jadi cepat-cepat saya lihat YESUS. ”Apa maksudMU ROH KUDUS?”

”Apa yang kau lihat?” tanya ROH.  ”YESUS.” jawab saya
 ”Kamu kan tadi tanya aku apa yang harus kamu minta. Jadi AKU menunjukkan padamu itulah yang harus kamu minta.”jawab ROH.

” Bener juga , ee..Tapi kenapa tidak minta : jadi pribadi berkenan padaNYA, atau  jadi satu denganNYA dan serupa denganNYA sesuai panggilan hidupku?”tanya saya

”Sudah, percayalah YESUS lebih baik dari semua itu.” jawab ROH.

Dan saya pun berkata pada TUHAN YESUS,” aku tidak menginginkan apapun. Aku minta DiriMU. YESUS, Aku ingin ENGKAU saja.” YESUS tersenyum, ”Engkau lulus. Sekarang engkau adalah sahabatKU. Karena Engkau telah menuruti semua perintahKU.”

Saya tidak tahu jikalau itu adalah ujian akhir dari semua yang saya alami selama ini. ”Engkau telah belajar mengandalkan AKU dengan selalu bertanya dan bergantung pada pimpinan ROH.” sambung YESUS lagi.

Lalu ROH KUDUS mengajar saya,” Sekarang saatnya giliranmu menyerahkan dirimu pada YESUS. Katakan padaNYA : YESUS Anak Allah Yang Hidup, aku serahkan seluruh kehidupanku kepadaMU mulai dari saat ini dan selamanya ENGKAUlah yang mengatur dan mengisi seluruh area hidupku sesuai KehendakMU.”

Dan saya pun menyerahkan seluruh kehidupanku padaNYA. ”Seluruh kehidupanmu,”ROH menjelaskan,” itu berarti seluruh aspek hidupmu termasuk istri anak, keluarga, keuangan, pekerjaan, waktu, pelayanan, semuanya, aka diambil alih oleh TUHAN YESUS.”

Setelah itu, saya melihat YESUS muncul disampingku. Tepat disebelah kananku, Dan dengan lembut, IA berkata seperti kepada sahabatNYA,”Marilah berjalan bersamaKU.” Lagi-lagi pernyataan ini menyentakkan saya!!

Baiklah, supaya tidak membingungkan saudara pembaca, mengapa pernyataan ini kembali membuat saya tersentak, saya akan ceritakan sebab musabab awal kisahnya. Sudah sejak bertahun-tahun yang lampau saya selalu melihat TUHAN berjalan di depan saya (jadi saya hanya melihat punggungNYA) dan IA berkata : ”Ikutlah AKU.”

Saya terus merenungkan hal ini, bagaimana cara mengikut DIA dan apa yang IA maksudkan. Kemana dan bagaimana. Dan tiap kali saya bertanya padaNYA apa yang harus saya buat, itulah yang saya lihat. DIA berjalan di depan saya dan IA berkata: ”Ikutlah AKU.” Dan saya pun menangkap bahwa IA ingin saya mengikuti jalanNYA, meneladani hidupNYA dan mengikuti perintahNYA. Lebih lagi IA ingin saya terus mengejar dan merindukan DIA.

Dan hal itulah yang saya lakukan. Sampai malam 1 Febuari 2010 , tiba-tiba semuanya berubah. Saya tidak lagi melihat DIA dari belakang, tapi IA disisi saya! Dan IA tidak lagi berkata: Ikutlah AKU.” tetapi ”Marilah berjalan bersamaKU.”

TUHAN menunjukkan pada saya suatu hal yang membuat saya lucu dan menggeleng-geleng kepala melihat kehidupan saya sendiri. Saya melihat selama ini saya mengikuti DIA dari belakang, YESUS jalannya lurus ke depan, saya jalannya zig zag. Kadang menyimpang kiri kadang menyimpang kanan. Jadi banyak kali TUHAN menarik saya. Tapi sekarang TUHAN membawa saya di sisiNYA. Kami berjalan berdampingan.

Roh Kudus menunjukkan pada saya bahwa dengan berjalan berdampingan, saya sekarang memikul kuk bersama YESUS. Sama seperti dalam Matius 11:29. Dalam membajak, lembu yang junior tengkuknya dipasang kuk dan tersambung pada tengkuk lembu yang senior dan mereka berjalan bersama. Awalnya lembu muda yang belum mengerti cara membajak yang benar, biasanya jalan seenaknya dan semaunya saja. Tapi karena ada kuk yang mengikat tengkuknya ia tidak bisa kemana-mana. Lama-lama jalannya makin teratur dan seirama dengan lembu yang senior.

Semakin banyak berontak dan ikut mau sendiri, membuat dirinya dan juga lembu senior sakit. Begitu juga halnya saya dengan Tuhan YESUS. Roh Kudus mengingatkan saya untuk lebih berhati-hati sekarang. ”Engkau dapat membuat Tuhan terluka lebih dalam sekarang.” kataNYA , ” Karena engkau semakin dekat denganNYA.” Sama halnya semakin dalam hubungan kita dengan seseorang maka bila terjadi bentrok maka akan semakin sakit rasanya.

Semakin dewasa seseorang, semakin besar tanggung jawabnya karena semakin banyak hal yang dapat ia lakukan dan semakin besar dampak atau pengaruh yang dihasilkan sebagai akibat pekerjaannya, dibandingkan dulu ketika ia masih kecil.

Namun tidak berarti dibenarkan bila kita tidak mau bertumbuh dewasa. Ini sikap dan pandangan yang salah atau keliru sama sekali. Ayah manakah yang senang anaknya tidak bertumbuh dewasa? Begitu juga Bapa kita di Sorga akan susah hati jika kita anakNYA tidak bertambah dewasa dan bertumbuh serupa YESUS.

Sebagai seorang ayah, saya akan sangat sedih kalau pertumbuhan anak saya terganggu atau lebih lambat dari pada anak lain. Saya akan susah hati bila anak saya sudah 5 tahun tapi belum bisa mendengarkan suara saya. Bagaimana pendapat anda sebagai anak Tuhan yang sudah bertahun-tahun ikut Tuhan, sudahkah anda bisa mendengarkan suara Bapamu di Sorga?

Bagaimanakah perasaan anda sebagai orang tua bila melihat anakmu sudah 3 tahun tapi tidak bisa berbicara dan tidak bisa berjalan ? Bukankah sedih juga hati Bapa kita di sorga bila kita sudah lama menjadi anakNYA tapi belum bisa berjalan di jalan kebenaranNYA.

Setiap hari hidup kita dihabiskan dengan mengikuti jalan dunia yang penuh dosa. Dan bila kita diminta untuk berdoa, kita bingung apa yang harus kita doakan. Setelah 10 menit kita tidak tahu harus ngomong apa lagi kepada Bapa kita. Bila kita duduk dengan teman kita bisa berjam-jam tapi bila kita duduk berdua dengan YESUS-Firman Hidup, kita bosan dan tak tahan. Ini adalah ciri pertumbuhan rohani yang cacad! Dan itu memilukan hatiNYA.

Untuk lebih mengerti tentang pertumbuhan rohani ini, Allah Bapa kita Yang Maha Kuasa itu telah menyiapkan sebuah contoh yang baik sekali bagi kita yaitu pertumbuhan jasmani kita. Dan untuk menggambarkan hubungan kita anak-anakNYA dengan Allah, IA telah menyediakan ”keluarga” jasmani bagi kita, sehingga kita mengerti hubungan kasih ini.


Menjadi Dewasa dalam Kristus - pendahuluan


Suatu kali saya pernah bermaksud menjelaskan tentang Tingkatan Sorga kepada seorang yang baru diselamatkan dan lahir baru, tetapi ternyata saya salah. Karena saya membagikan ”roti” kepada bayi yang masih butuh susu. Akibatnya tidak dapat ditelan. Sebab beginilah jawabnya : ”Bisa masuk Sorga saja sudah untung sekali Do. Ga usahlah pusing pusing soal tingkatanya ”

Tapi setelah setahun lebih, orang ini mendengarkan kotbah di gereja tentang Tingkatan Sorga. Dan suatu hari, tiba-tiba saya mendengar orang ini mulai berdoa pada Tuhan mohon supaya dapat masuk Yerusalem Sorgawi bukan hanya di Firdaus saja. ”Akhirnya sadar juga dia,” pikir saya.

Saya jadi merenung, hal ini memang termasuk makanan keras (meski tidak begitu keras, karena saya percaya ada yang lebih keras daripada hal ini). Jadi apa yang tertulis dalam buku ini mungkin ada hal-hal yang masih belum sepenuhnya bisa dicerna bagi para petobat baru. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk membaca dan mempelajarinya.

Saya juga dahulu seperti itu. Banyak buku-buku rohani yang saya beli saat baru bertobat, saat itu saya membacanya tetapi ada beberapa hal yang belum saya pahami saat itu. Tapi setiap kali saya bertumbuh, Roh mendorong untuk membaca ulang dengan cara mengingatkan saya , ”Bukankah hal ini pernah kamu baca di buku ini?”Nah coba buka dan baca lagi.”

Dan saat saya membaca ulang, saya heran,” koq dulu saya tidak mengerti ya, tapi sekarang saya dapat melihatnya dengan jelas!” Itulah tandanya dan bukti bahwa ada yang namanya Pertumbuhan Rohani. Yaitu adanyanya perubahan dalam pengertian, sikap, perkataan, otoritas, dan tingkah laku menjadi semakin dewasa. Dan hal inilah yang akan dibahas dalam buku ini.

Sayangnya ada banyak sekali orang Kristen yang tidak memahami bahkan tidak tahu pentingnya hal ini. Bukankah manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh? Namun hampir sebagian besar manusia dan orang Kristen menjalani hidup ini hanya mengejar hal-hal materi dan tidak peduli bahwa roh mereka yang kekal membutuhkan juga pertumbuhan. Ada juga anak TUHAN yang mengejar hal-hal rohani, tetapi tetap kebanyakan dari mereka masih urusan tubuh daging saja yang mendapat tempat utama, bukan manusia rohaninya .

Mereka menjalani kehidupannya setiap hari tanpa tahu tujuan hidup dan tujuan panggilan TUHAN bagi mereka dalam YESUS KRISTUS. Sehingga setiap hari mereka mengalir saja. Apa yang disampaikan oleh hamba Tuhan di gereja, kalau cocok diterima, kalau tidak cocok tidak diterima. Dan kalaupun diterima seringkali hanya sebatas mengerti tetapi susah untuk dijalankan. Mereka tidak tahu apa yang TUHAN mau dalam hidup mereka (tujuan ilahi yang Allah tetapkan bagi mereka).

Hasilnya, jelas banyak yang hidup dalam kekalahan, menjalani hidup mereka lama memutar-mutar di padang gurun, dan mereka bertanya-tanya : ”mengapa tidak sampai-sampai ya tanah perjanjian itu? Kata pendeta saya akan diberkati dan berkemenangan, tapi mana? Koq saya cuma lihat orang lain saja yang mengalami hubungan karib dengan TUHAN, tapi saya koq tidak pernah? Koq saya tidak berubah-berubah ya, ditumpang tangan rebah dalam Roh sudah, ngalami lawatan nangis-nangis sampai keluar ingus sudah, begetar dengan dahsyat sudah, tapi koq masih sering jatuh bangun dalam dosa dan terikat kebiasaan buruk ?” Dan sebagainya

Mengapa Bertumbuh dalam rohani ini penting ? Mengapa kita harus menjadi dewasa dalam Kristus ? Tentu saja semua orang tua menginginkan anaknya makin bertumbuh dewasa dan bertambah besar. Tidak ada orang tua yang mau anaknya selamanya bayi terus selama 20 tahun. Begitu juga BAPA kita di Sorga. IA ingin kita menjadi makin serupa dengan YESUS :

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Roma 8: 29

Bahkan bagi yang tidak bertumbuh dan tidak berbuah, Allah akan tebang, karena kataNYA : Percuma saja ia hidup! (Lukas 13:7)

Bertumbuh secara rohani itu berarti menjadi dewasa dalam Kristus. Karena tujuan akhir kita bertumbuh adalah menjadi serupa dengan KRISTUS. (Roma 8:29) Itulah gol kita, itulah target kita. Itulah puncak kepenuhan, puncak kedewasaan yang paling maksimal dan sesuai kehendak Allah BAPA dan Tuhan kita YESUS KRISTUS :

sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, Efesus 4:13

sehingga akhirnya kita bersatu di dalam kepercayaan tentang keselamatan kita dan tentang Juruselamat kita, Anak Allah, dan semuanya menjadi dewasa di dalam Tuhan. Ya, sampai benar-benar mencapai kesempurnaan Kristus. (FAYH)

Setiap tingkat pertumbuhan membawa kita ke tingkatan rohani yang lebih tinggi dimana level iman, kasih, pengharapan, kebenaran dan kekudusan kita bertambah besar dan dalam. Hal ini mempengaruhi tingkat kedudukan kita di Sorga. Yah, karena itulah dalam buku ini juga akan dibahas Tingkatan Sorgawi karena hal ini saling berhubungan dan ada tertulis juga dalam Alkitab.

Awalnya saya mendengar tentang tingkatan sorga ini melalu hamba Tuhan yang sering dibawa TUHAN ke Sorga yaitu : Yusak Cipto. Tetapi pada waktu itu, saya masih belum begitu percaya, jadi saya simpan dalam hati dan saya mencoba mempelajari Firman TUHAN dan terus menanyakan hal ini kepada TUHAN.

Setelah bertahun-tahun, semakin saya bertumbuh di dalam TUHAN, saya semakin banyak dibukakan TUHAN dalam hal ini. Namun waktu itu saya masih belum berani mengajarkan dan membagikannya, karena saya masih kurang yakin. Sampai pada akhirnya, entah gimana caraNYA, pokoknya saya jadi yakin dan tambah yakin.

Dan saya juga menemukan sumber-sumber lain, baik hambaNYA yang di Indonesia maupun di negara manapun juga, yang dibawa TUHAN ke Sorga dan Neraka, ternyata semuanya memiliki kesaksian yang sejalan, saling melengkapi, dan TUHAN menunjukkan pada saya satu garis ”benang merah” yang saling berhubungan dimana Firman TUHAN sebagai dasar kebenarannya.

Suatu hari TUHAN mulai menaruh rencana dalam hati saya untuk menerbitkan buku ini. Saya merasa itu baik dan saya mulai berani untuk membagikannya. Namun setelah berhari-hari lewat, masih belum mulai saya tulis juga. Dikarenakan berbagai alasan, seperti sibuk, tidak ada waktu, capek, dan belum dapat gambaran jelas apa saja yang mau disampaikan dalam buku tersebut.

Sampai suatu malam di Doa Pengerja tanggal 1 Febuari 2010, TUHAN berbicara dalam hati saya dan melalui hambaNYA yang membagikan Firman tentang Pertumbuhan Rohani dan Tingkatan Sorga. Disanalah saya mendengarkan FirmanNYA secara khusus. YESUS sendiri tiba-tiba muncul dan berkata,” Maukah menulis bukuKU ?Mengenai apa yang telah KU taruh dalam hatimu.”

Akhirnya sepulang gereja saya memutuskan menunda jam tidur saya dan berdoa menantikan TUHAN lagi, ” TUHAN apa yang Kau mau untuk kusampaikan dalam buku itu?” Dan TUHAN pun mulai menyingkapkan gambaran umum tiap bagiannya kepada saya. Dan yang agak mengejutkan IA memberi saya target waktu kapan buku itu harus selesai.
Jadi saya diskusikan dengan istri saya, dan puji Tuhan istri saya pun mendukung saya dan mempersilahkan saya menggunakan waktu sendiri tanpa gangguan untuk menulis buku ini. Segera besok paginya, tanggal 3 Febuari 2010 , buku ini mulai ditulis pertama kalinya.

Saudara pembaca yang terkasih, jika anda sedang membaca buku ini, itu bukan suatu kebetulan. Karena Allah sendirilah yang menaruh dorongan kerinduan dalam hati saudara untuk makin bertumbuh mengenal DIA, dan menjadi dewasa dalam KRISTUS yang sangat saudara kasihi dan yang mengasihi saudara jauh melebihi kasih saudara padaNYA.

Anda akan menemukan bagaimana caranya bertumbuh, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam tiap tingkat pertumbuhan, dan bagaimana ciri-ciri kedewasaan rohani itu.

Saya berdoa : Setiap kali anda membaca buku ini, ROH Kebenaran menaungi saudara. ROH Hikmat dan Wahyu menerangi mata hati saudara. Dan Allah akan berbicara pada anda secara pribadi. Menjamah hati saudara. Dan Urapan yang Kudus itu mengalir memenuhi saudara. Sehingga setelah membaca buku ini, ada kerinduan dan dorongan yang kuat untuk lebih dalam lagi merindukan persekutuan, pengenalan akan DIA. Anda akan makin rindu hidup berkenan dan menyenangkan hatiNYA, dengan menjadi dewasa dalam KRISTUS. Amin!

Doa udah Dijawab


James Rutz, penulis buku “Mega Shift” menceritakan kisah menakjubkan tentang campur tangan Tuhan dalam menjawab doa.

“Saya memiliki seorang teman bernama Barclay Tait yang menjual vila di Niceville, Florida. Pada tahun 1977, ia adalah seorang pelatih bola basket berusia 36 tahun. Pada musim panas itu, ia memutuskan untuk menghadiri sebuah konferensi kristiani di Front Royal, Virginia. Datang empat hari lebih awal, ia pergi ke hutan terdekat dan mendirikan tenda dekat sebuah aliran sungai. Pada hari terakhir, datanglah seorang pendaki gunung yang bertubuh tinggi kurus dengan sebuah buku catatan di ketiaknya, yang heran melihat Barclay sedang membaca Alkitabnya. Barclay menjelaskan bahwa ia sedang ada di situ untuk berpuasa dan merenung.

Dave, sang pendaki, menjawab, “Nah, saya adalah seorang pendoa syafaat. Apa yang ingin saya doakan bagi anda?”

Merasa agak bingung, Barclay berkata, “Oh, terus terang saja, saya ingin mendapatkan seorang istri.” Sang pendoa mencatat permohonan doa itu di dalam buku catatannya dan berlalu.

Pada tahun 1988 Barclay, yang sekarang sudah menikah dengan Sherry, secara ilahi dituntun untuk pindah ke Asheville, North Carolina. Pertemuan secara kebetulan dengan seseorang di halaman parkir Holiday Inn mendorongnya untuk memenuhi undangan pada sebuah pertemuan kelompok kristiani di luar kota. Ketika mereka sampai di pertemuan jam 7 malam itu, sang tuan rumah berjalan keluar dari dapur dan berhenti tegak mematung. “Saya kenal anda!” teriaknya, sambil menunjuk ke arahnya. “Anda adalah Barclay Tait!” Barclay terkejut sekali.

“Tunggu sebentar. Saya ingin menunjukkan sesuatu kepadamu,” kata sang tuan rumah. Dia bergegas naik ke loteng, membuat Taits berdiri di tengah-tengah kerumunan orang banyak. Beberapa saat kemudian sang tuan rumah muncul lagi dengan buku catatan yang sudah usang. “Lihat di sini? Ini adalah saat saya menuliskan permohonan doa anda di kolom satu ketika saya bertemu anda di Front Royal pada tahun 1977: ‘Barclay Tait: Istri pilihan Tuhan.’” Barclay melihat tulisan di buku usang itu. Itu adalah buku harian doa yang paling terinci dan mempunyai metode yang baik yang pernah dilihatnya.

“Saya berdoa bagi anda selama tujuh tahun,” kata Dave. “Kemudian di tengah malam 30 Desember, 1984, Tuhan membangunkan saya dari tidur lelap dan berkata, “Tuliskan di dalam buku harian doamu: “Doa sudah dijawab”. Saya menuliskan begitu di buku ini. Lihat? Di kolom dua ini saya menulis, “Doa sudah dijawab.”

Barclay dan Sherry saling pandang satu sama lain dengan mulut menganga. Mereka duduk, dan menangis terharu. Dengan perlahan Barclay memberitahu Dave, “Itu adalah hari pernikahan kami.” (Os Hillman, diterjemahkan oleh Hadi Kristadi untuk Pentas Kesaksian, pada tanggal 18 Februari 2010.


Jumat, 12 Agustus 2011

Apa yang sering engkau lihat, itu yang akan engkau tiru


 
LUKAS 6:27-28 :
27  "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

28  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.


Saat kita dijahati orang atau dicaci maki, difitnah, pokoknya hati ini disakiti banget maka ada 3 respon / reaksi yang dapat kita ambil.

Pertama, kita marah, dan membalas.(bahkan kalau bias lebih jahat lagi), atau diam2 dalam hati bersungut dan mengutuk – dan ini adalah reaksi umum , yang kebanyakan orang memilih nya.

Kedua, kita diam tidak membalas dan mohon keadilan dari Tuhan. – ini adalah reaksi yang biasanya dipilih oleh orang yang beragama. Sebagian besar anak Tuhan juga memilih bereaksi seperti ini.

Ketiga, bereaksi seperti yang Tuhan Yesus ajarkan yaitu  memberkati dia yang mengutuk, dan berdoa untuk kebaikan dia yang telah berbuat jahat dan mencaci kita.
Hanya orang yang mau mendengarkan dan mengasihi YESUS-lah yang memilih bereaksi seperti cara ini. – dan jumlahnya tidak banyak.

Saat saya membaca ayat ini, saat itu saya baru saja dianiaya dan disakiti dan baru saja saya membalas dengan mohon ampun atas dia dan minta Tuhan berkati DIA, saya merenungkan ayat ini, dan saya mendapati sesuatu :

Tuhan YESUS menjadi begitu dekat dan seolah IA mengatakan bahwa IA mengasihi saya karena saya telah memilih jalan/caraNYA-melakukan kehendakNYA untuk tetap memilih apa yang benar tak peduli sikon yang kita hadapi.

Saya jadi teringat :

Yohanes 15:14  Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Dan

  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."  Yoh 14:21

Kata-kata ini terngiang-ngiang di kepala saya : Berkati yang mengutuk kamu. Berkati dia yang mengutuk kamu. Bayangkan apa yang Allah Bapa di Sorga pikirkan saat IA melihat, anak-anakNYA memberkati orang yang justru mengutuki mereka?

 Ajaran YESUS ini melebihi semua ajaran apapun di dunia ini. Dan tak ada tokoh di dunia ini yg mengajarkan hal yang luar biasa ini. Karena IA tahu kita berasal dari Allah yang penuh Kasih.
 YESUS menambahkan :
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
33  Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.
34  Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
35  Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Allah mana yang kita sembah menentukan cara kita bersikap dan merespon. Karena saya menyembah Allah yang penuh kasih maka saya diajar untuk mengampuni dan mengasihi bahkan orang yang berbuat jahat kepada saya sama seperti YESUS yang telah mengampuni dan berdoa untu korang-orang yang menyalibkanNYA!

Allah yang penuh KAsih tidak pernah mengajarkan umatNYA untuk membunuh dan membinasakan orang lain. DIA lah Allah yang memberi hidup kepada seluruh mahluk di bumi. DIA lah yang menjadikan bunga2 yang indah, sorga yang penuh sukacita dan kebaikanNYA.

Iblislah yang menghancurkan, iblislah yang mendatangkan kesedihan dan penderitaan, iblislah yang membunuh dan membinasakan. Karena itu YESUS dengan tegas berkata kepada orang –orang yang membenciNYA  dalam Injil Yohanes 8 : 44 :

Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Hari ini, mari kita merenungkan siapakah yang menjadi Bapamu ? Allah atau iblis ?
Kehendak siapakah yang seringkali kita turuti ? Kehendak Allah atau kehendak Iblis ?
Mengapa begitu ? YESUS berikan jawabanNYA :

Yohanes 5:19  Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.

Perhatikan apa yang selalu dan sering anda lihat!  Bila anda sering melihat YESUS dan FirmanNYA maka anda akan melakukan apa yang YESUS lakukan. Tapi, bila anda sering melihat hal-hal yang berasal dari iblis (pornografi, berita-berita tentang pertengkaran, kebencian, kemarahan, perceraian, kekerasan) maka jangan heran bila hidup anda pun akan dipenuhi oleh hal-hal seperti itu.

Allah tidak pernah memaksa manusia tetapi karena IA mengasihi manusia IA memberinya pilihan setiap hari. Untuk memilih DIA dan JalanNYA atau tidak. Pilih YESUS atau tidak. Kita yang memutuskan.

Allah tidak pernah mencari orang yang “bisa” hidup kudus dan taat, tetapi IA mencari orang yang “mau” dikuduskan olehNYA. Kemampuan itu dari DIA , hanya AnugerahNYA. Bagian kita adalah mengizinkanNYA. Menerima YESUS dalam hati dan hidup kita. Amin.



Kasih Karunia Tuhan YESUS , Kasih Allah dan Persekutuan RoH Kudus menyertai kita selalu,

Andreas Fernando – April 2010